Pada proses titrasi ini di gunakan suatu indikator yaitu suatu zat yang di tambahkan sampai seluruh reaksi selesai yang di nyatakan dengan perubahan warna,perubahan warna menandakan telah tercapainya titik akhir titrasi.
Titrasi biasanya di bedakan berdasarkan jenis reaksi yang terlibat di dalam proses titrasi, contoh: jika melibatkan asam basa maka di sebut reaksi asam basa,titrasi redoks untuk titrasi yang melibatkan reaksi reduksi oksidasi.
Sedangkan titrasi asidimetri adalah pengukuran konsentrasi asam dengan menggunakan larutan baku basa,sedangkan alkalimetri adalah pengukuran konsentrasi basa dengan menggunakan larutan baku asam,oleh karena itu keduanya di sebut juga sebagai titrasi asam basa.
Dalam suatu titrasi zat yang akan di tentukan kadarnya di sebut sebagai “titran” dan biasanya di letakan di dalam erlenmeyer, sedangkan zat yang telah di ketahui konsentrasinya di sebut sebagai “titer” dan biasanya di letakkan di dalam buret,baik titer maupun titrant biasanya berupa larutan.
Cara membaca volume larutan yang di keluarkan oleh buret adalah dengan melihat miniskus bawah sejajar dengan mata.Titrasi di hentikan saat tercapainya titik equivalen,tapi karena titik equivalen ini sulit di amati maka titrasi di hentikan saat terjadi titik akhir titrasi yang di tandai dengan perubahan warna indikator di dalam larutan sample.
Hanya ini yang bisa saya sampaikan,,
Semoga bermanfaatt^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar