Senin, 26 Maret 2012

raNgkuman tiTrassii

Titrasi merupakan suatu metode untuk menentukan kadar suatu zat dengan menggunakan zat lain yang sudah di ketahui konsentrasinya.
Pada proses titrasi ini di gunakan suatu indikator yaitu suatu zat yang di tambahkan sampai seluruh reaksi selesai yang di nyatakan dengan perubahan warna,perubahan warna menandakan telah tercapainya titik akhir titrasi.
Titrasi biasanya di bedakan berdasarkan jenis reaksi yang terlibat di dalam proses titrasi, contoh: jika melibatkan asam basa maka di sebut reaksi asam basa,titrasi redoks untuk titrasi yang melibatkan reaksi reduksi oksidasi.
Sedangkan titrasi asidimetri adalah pengukuran konsentrasi asam dengan menggunakan larutan baku basa,sedangkan alkalimetri adalah pengukuran konsentrasi basa dengan menggunakan larutan baku asam,oleh karena itu keduanya di sebut juga sebagai titrasi asam basa.
Dalam suatu titrasi zat yang akan di tentukan kadarnya di sebut sebagai “titran” dan biasanya di letakan di dalam erlenmeyer, sedangkan zat yang telah di ketahui konsentrasinya di sebut sebagai “titer” dan biasanya di letakkan di dalam buret,baik titer maupun titrant biasanya berupa larutan.

Cara membaca volume larutan yang di keluarkan oleh buret adalah dengan melihat miniskus bawah sejajar dengan mata.
Titrasi di hentikan saat tercapainya titik equivalen,tapi karena titik equivalen ini sulit di amati maka titrasi di hentikan saat terjadi titik akhir titrasi yang di tandai dengan perubahan warna indikator di dalam larutan sample.









Hanya ini yang bisa saya sampaikan,,
Semoga bermanfaatt^_^

Senin, 12 Maret 2012

tata nama senYawa>>

Kita mulai aja yahh!!
Tau gak senyawa ion itu terdiri atas suatu kation dan anion lohh!!
Yuk kita bahas!!!!
Kation umumnya adalah suatu ion logam, sedangkan anion dapat berupa anion non logam.
1.    Rumus senyawa
Unsur logam di tulis di depa contohnya natrium klorida di tulis NaCl bukan ClNa kan??
Ini adalah rumus senyawa ion:

b Xa+ + a Yb– -> XbYa

untuk a dan b sama dengan angka 1 tidak perlu di tulis. Rumus senyawa ion di tentukan oleh perbandingan muatan kation dan anionnya, jumlah muatan positif sama dengan jumlah muatan negatif.

Contoh nya:

• Na+ + Cl– -> NaCl natrium klorida
• 2 Na+ + SO42– -> Na2SO4 natrium sulfat
• Fe2+ + 2Cl– -> FeCl2 besi(II) klorida
• Al3+ + PO43– -> AlPO4 aluminium fosfat
• Mg2+ + CO32– -> MgCO3 magnesium karbonat
• 3 K+ + AsO43– -> K3AsO4 kalium arsenat

Ini adalah daftar beberapa  jenis kation:

1. Na+         : Natrium
2. K+          : Kalium
3. Ag+         : Argentum/Perak
4. Mg2+             : Magnesium
5. Ca2+                 : Kalsium
6. Sr2+         : Stronsium
7. Ba2+                 : Barium
8. Zn2+         : Seng
9. Ni2+             : Nikel
10. Al3+         : Aluminium
11. Sn2+     : Timah(II)
12. Sn4+     : Timah(IV)
13. Pb2+     : Timbal(II)
14. Pb4+           : Timbal(IV)
15. Fe2+     : Besi(II)
16. Fe3+         : Besi(III)
17. Hg+        : Raksa(I)
18. Hg2+      : Raksa(II)
19. Cu+         : Tembaga(I)
20. Cu2+         : Tembaga(II)

Ini adalah daftar beberapa jenis anion:

1. OH–         : Hidroksida
2. F–         : Fluorida
3. Cl–         : Klorida
4. Br–         : Bromida
5. I–         : Iodida
6. CN–         : Sianida
7. O2–         : Oksida
8. S2–         : Sulfida
9. NO2–         : Nitrit
10. NO3–     : Nitrat
11. CH3COO–     : Asetat
12. CO32–     : Karbonat
13. SiO32–     : Silikat
14. SO32–     : Sulfit
15. SO42–     : Sulfat
16. C2O42–     : Oksalat
17. PO33–     : Fosfit
18. PO43–     : Fosfat
19. AsO33–     : Arsenit
20. AsO43–     : Arsenat

2.    Nama senyawa ion
Nama senyawa ion adalah rangkaian nama kation (di depan) dan nama anion (di belakang).
Contohnya:

• NaCl = natrium klorida
• CaCl2 = kalsium klorida
• Na2SO4 = natrium sulfat
• Al(NO3)3 = aluminium nitrat

Jika unsur logam mempunyai lebih dari satu jenis bilangan oksidasi, maka senyawa-senyawanya di bedakan dengan menuliskan bilangan oksidasinya yang di tulis dalam tanda kurung dengan angka romawi di belakang nama unsur logam tersebut.

Contoh :
• Cu2O = tembaga(I) oksida
• CuO = tembaga(II) oksida
• FeCl2 = besi(II) klorida
• FeCl3 = besi(III) klorida
• Fe2S3 = besi(III) sulfida
• SnO = timah(II) oksida
• SnO2 = timah(IV) oksida


Cukup sekian penjelasan dari sayaa,,
Terimakasihhh...
Semoga bermanfaat^_^

Sabtu, 03 Maret 2012

kku sePii,,,,,

Biar aku yang bertahan
Dalam keheningan malam
Tapi terasa hampa jiwa ini
Ketika mimpi kembali...

Telah ku coba lupakan
Saat kau hilang dari sisikuu
Tapi apa daya senyuummu
Terus membekas di hattiiikuu...




Ku sepi dalam sendiri
Saat hatiiku terbagi oleh kenyaataan masa lalu,,
Dan saat ini aqqu inginn
Kau kembalii..

Saat ku lelah tuk berdiri,,
Agar jiwakuu yang sepi
Kembaalii berseriii...



Jumat, 02 Maret 2012

Bagaimana terbentuknya garam atau NaCl ??


Mendengar kata garam pasti udah gak asing lagii kan??
Soalnya setiap hari kita bertemu dengan garam atau biar lebih populer NaCl kali ya, yang kita kenal dengan rasanya yang asinn,,

Tapi tau gak asal muasal garam dari manaa??

Nahh,, garam itu terbentuk dari reaksi asam dan basa..


Seperti yang kita tau asam merupakan suatu senyawa yang dapat menghasilkan ion hidrogen H+  bila di larutkan dalam air.
Sedangkan basa merupakan suatu senyawa yang dapat melepaskan ion hidroksida OHˉ  bila di larutkan dalam air.

Tapi ternyata garam tidak semuanya asin loh!!

garam terbagi menjadi 3 yaitu:
1.    Garam asam
2.    Garam basa
3.    Garam netral

Garam asam terbentuk dari asam kuat dan basa lemah .(yang di maksud asam kuat yaitu asam yang terionisasi sempurna bila di larutkan di dalam air) dan (basa lemah yaitu basa yang dapat terionisasi sebagian bila di larutkan d dalam air),dan mempunyai PH <7

Garam basa terbentuk dari asam lemah dan basa kuat. (asam lemah yaitu asam yang terionisasi atau terurai tidak sempurna di dalam air) dan (basa kuat yaitu basa yang terionisasi atau terurai sempurna di dalam air),dan mempunyai PH >7

Garam netral yaitu garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat, kemudian dalam air membentuk larutan dengan pH netral yaitu pH=7.

Di bawah ini adalah struktur NaCl:











Kristal yang terbentuk itu akibat susunan ion-ion Na+ dan ion-ion Clˉ yang saling mengelilingi, setiap ion Na+ seluruh permukaanya di kelilingi oleh Clˉ, demikian pula sebaliknya seluruh permukaan ion Clˉ di kelilingi oleh Na+.


Walaupun Na+ dan Clˉ berpisah dia akan tetap stabil karena di kelilingi oleh air atau H2O.
Sebab NaCl akan mudah terurai di dalam air , karena NaCl mudah mengikat molekul air dan udara.





Saya rasa cukup sekian penjelasan dari saya^_^
Terimakasihhh_